Huuhh dari pada ga gomong mending nulis. Kali ini aku nulis sedikit tentang apa yang selama ini dianggap orang mudah tapi sesungguhnya sulit.
Ya…karya atau hasil karya kita yang bisa membuat kita bangga apapun bentuknya ternyata merupakan hal yang sulit untuk diciptakan. Kenapa bisa begitu ? tentu saja sulit, selain membutuhkan suatu keahlian, berkarya juga membutuhkan ketekunan serta kedisiplinan. Lalu muncul pertanyaan, apa bedanya sama karir ? toh berkarir juga membutuhkan keahlian dan ketekunan.
Memang, secara tidak langsung berkarya dan berkarir merupakan dua hal yang sama2 pada hasil akhirnya untuk mencari sebuah kebanggan dan kepuasan. Akantetapi, kalau kita cermati lebih serius lagi, kedua hal tersebut ternyata berbeda. Kenapa berbeda ? ya… dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Terus, apa saja perbedaannya ? nah pertanyaan ini pasti ada dibenak kamu semua ?
Perbedaan utamanya terletak pada keseriusan dalam pencapaiannya (karya maupun karir). Bisa kita cermati, seseorang yang inginmenghasilkan sebuah karya atau bahkan maha karya, dia tidak akan ragu lagi untuk mencurahkan semua yang dia miliki baik harta, tenaga maupun pikirannya untuk menciptakan karya tersebut. Dan taukah kamu, pencapaian tertinggi dari sebuah karya adalah “PENGHARGAAN”, ya…seseorang yang berhasil membuat sebuah karya (apapun bentuknya) dia pasti sangat senang dan bangga jika apa yang dia buat ternyata dihargai dan disukai banyak orang terlebih jika bernilai jual tinggi. Secara tidak langsung hal tersebut akan melahirkan suatu kebanggaan pada diri si pembuat.
Lain halnya jika berkarir. Seseorang yang ingin kairnya bagus memang akan berusaha meraih pencapaian yang diinginkan, tapi jangan salah ? karir seseorang ditentukan oleh banyak aspek salah satunya adalah supporter (pendukung). Tanpa dukungan, karir tidak mungkin mampu dicapai. Dan disini, ketika karir itu didapat bukan tidak mungkin sewaktu2 bisa lepas begitu saja. Dan yang lebih parah lagi, segala sesuatunya tidak dijalankan secara serius alias bagai alir mengalir (ala kadarnya). Karir tidak bisa dipaksakan, apalagi mamaksa. Oleh karena itu, untuk berkarir seseorang hanya butuh dukungan dari aspek pendukung karir yang ingin dia capai. Serius bukan kunci utamanya, karena walaupun serius, itu tidak ada artinya ketika aspek pendukung tidak dimiliki. Dan karir sukses bukanlah sebuah kebanggan, melainkan kepuasan didalam bekerja/berusaha.
Jadi pada intinya, berkarya memang lebih sulit. Apalagi kalau kita ingin karya kita dihargai banyak orang dan bernilai jual tinggi. Jadi bagi kamu2 yang ingin berkarya, silahkan tekuni hal2 yang berhubungan dengan karya yang ingin kamu buat dan bagi yang ingin sukses berkarir, cari dan dapatkan aspek pendukung kesuksesan karir yang kamu inginkan.
Segala sesuatunya memang butuh waktu dan tentunya do’a kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.



Komentar Terakhir