hari ini seperti biasa aku berangkat kuliah dari rumah jam 7.30 pagi. Dan seperti biasa juga aku selalu lewat jalan yang sama yang selalu ada pengamen disetiap traffic lights. Tapi ada yang tidak biasa hari ini, aku melihat seorang pengemis, ya…pengemis. Saat melihat para pengamen aku merasa biasa saja, tapi saat melihat pengemis itu aku jadi terharu dan iba banget pengin menolong.
Pengemis, ya…fenomena yang sudah lama kita kenal. Bahkan ada juga yang menjadikan aktivitas rendahan ini sebagai lahan bisnis, misalnya seperti saat hari raya atau pas ada even2 tertentu. Tapi disini ada yang berbeda dan lain dari pada biasanya.
Selama ini aku memang sering banget lihat pengemis, hanya saja pengemis yang sering aku lihat adalah mereka yang sebenarnya masih layak untuk bekerja dan berpenghasilan tetap alias masih muda dan bertenaga. Dan tadi yang aku lihat adalah seorang pengemis yang berkaki satu dan berjalan ngesot.
Jujur, aku terharu banget dan sempat berfikir andai aku jadi bapak yang jadi pengemis itu tadi. Hhhuhhh, pasti rasanya sangat berat. Disatu sisi aku kasihan tapi disisi lain aku ingin banget fenomena seperti ini tidak terjadi lagi jika pemerintah mau turun tangan langsung untuk menangani banyaknya pengemis yang betaburan di seluruh penjuru nusantara.
Aku heran, apakah hidup di Indonesia itu memang sekeras ini. Hingga orang cacatpun turun kejalan demi sesuap nasi. Penahkah ada kesempatan buat mereka yang memilki kekurangan ini duduk di kursi pemerintahan ? setahuku, selama ini tidak ada aparatur Negara yang cacat secara fisik kecuali mantan presiden gus dur.
Aku jadi yakin, bahwa diskriminasi telah terjadi di Negara ini. Kalau Negara peduli, aku tidak mungkin ngomong seperti ini, nyatanya Negara seolah2 buang muka terhadap fenomena yang semakin menjamur ini. UKM menjamur ga masalah, tapi kalau pengemis menjamur apakah ga malu.
Apakah kebijakan untuk pengemis itu ada ? yang ada mereka selalu disalahkan, padahal kehidupan yang keras membuat mereka terpaksa mengemis karena peran serta Negara didalam mensejahterakan orang2 dengan kekurangan fisik tidak ada.
Beruntunglah kita yang masih diberi kesehatan dan keutuhan fisik. Jangan nyerah untuk lebih maju dan membantu teman, sahabat, dan saudara kita yang hidup serba kekurangan.
Maju terus Indonesiaku…



0 Tanggapan ke “Fenomena Pengemis”